Saat kau bertanya Bagaimana menulis sebuah hati, mulai kupikirkan bagaimana caranya menjawab pertanyaanmu. Tiba tiba sebongkah ragu, mengusik pikiranku, kubalik bertanya pada diriku sendiri, apakah aku bodoh ? Karena hingga detik ini, belum kutemukan definisi jawaban pertanyaanmu.
Lewat tengah waktuku bermimpi, sayup masih terdengar ngiang pertanyaanmu. Tapi sungguh...mencambuk setiap jalur lembut di otak kecilku. Berdenyut rasanya, hingga tak bisa lagi kunikmati nyamannya peraduanku lagi. Ingin rasanya ku bertanya lagi, apa yang ada dalam hatimu, hingga kau ingin menuliskannya pada selembar rindu, dan pena sembilu. Apakah kau tengah merindu atau tengah tersakiti ?
Ah..kau terlalu dalam mengungkap sebuah pertanyaan.
Menulis sebuah hati, adakah ? Apakah kau ingin men

uliskan semua isi taman hatimu ? Atau kau ingin tahu bagaimana menulisi hati orang lain dengan harapmu ?
Aku tak ingin lewatkan diri tanpa menjawab pertanyaanmu, tapi apa jawabnya ?
--
entah apah jawabnyah
