Hidup itu jalan terus, kalo sampe berhenti bisa bisa berhenti selamanya. Tapi..terkadang bingung juga kalo pas lagi diuji semangat serta ketabahan kek gini. Duh....rasanya pengen teriak kalo aku nggak bakal kalah. Hiks....
Kata seorang rekan si,mendung tak berarti hujan. Tapi yang namanya saja mendung, tetap saja memberikan efek. Entah itu suasana agak gelap dikit atau dingin, pasti ngefek juga. Ya mungkin tinggal bagaimana kita menyikapinya saja barangkali...

Untuk menjadi seseorang atau sesuatu yang bagus dan baik (ya kalo manusia bisa dikatakan menjadi orang yang tegar dan tabah), memang banyak rintangannya. Bisa diibaratkan seperti kalo kita mau bikin sebuah perhiasan yang berharga, ato sebuah lukisan maha karya. Tentunya mengalami banyak proses, banyak hambatan dan juga rintangan yang menguji kesabaran. Tapi...ya demi sesuatu yang bagus dan mengagumkan, mau tak mau, suka tak suka ya harus dijalani. papun itu demi sesuatu yang bagus...

But...kadang ngerasa putus asa, hilang semangat dan yang parah kadang ngerasa kehidupan semrawut, ribet dan ruwet.Duh...kalo dah kek gini rasanya benar benar pengen teriak, bahkan kadang kecenderungan pengen diam dan lari dari masalah muncul juga.
Tapi kudu kita ingat, bukankah hidup ini masalah. Gampangnya kalo nggak mau kena masalah ya jangan idup, he he he.....(nyuruh orang mati). Tapi bukan bunuh diri lo ya. Soalnya jangan sampe deh itu terjadi, karena mengakhiri hidupitu bukan pilihan yang tepat. Soalnya selain dosa besar, malah kita makin tambah masalah di kehidupan yang sebenarnya setelah kiamat nanti, he he he..... Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk NYA, Amin Ya Robbal`alamin.....

Trus bagaimana kita mengatasi kesedihan ? Soalnya kadang kesdihan itu kalo ndak di hadapi dengan baik, akibatnya fatal banget. Bisa putus asa, bisa patah semangat, bisa yang negatif deh. Maybe cara mengatasi yang pas yaitu dengan bersyukur. Dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT dengan apa yang telah di limpahkan NYA padakita, kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah di balik setiap peristiwa. Entah itu musibah ataupun anugerah yang jelas semuanya itu penting untuk kita syukuri. Dengan bersyukur Insya Allah bisa menumbuhkan sikap sabar dari dalam hati kita. Nah.....kalo dah bisa gini kan enak.

Tapi sekali lagi, belajar sabar bersyukur dan ikhlas itu susah. Tapi selagi kita bisa dan mau mencoba, selama hayat masih dikandung badan Insya Allah pasti bisa.Pokoknya jangan lupa mohon sama Allah SWT semoga kita senantiasa di berikan kekuatan dan nikmat Iman serta Islam, Amin Amin Amin.........




*menyemangati diri sendiri, ditengah rintik hujan yang membekukan harapan...

zorroclick wrote on Jan 4
*menyemangati diri sendiri, ditengah rintik hujan yang membekukan harapan...
hujan bukan sebuah halangan..........untuk melangkah menuju harapan............
arrohwany wrote on Jan 4, edited on Jan 4
  • Tidak mengadu, berkeluh-kesah kepada manusia cukup Allah tempat sebak-baik berkeluh-kesah sedang semua itu dari Allah jua datangnya

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (22) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri(23)”

Maksud jangan terlalu gembira adalah gembira yang telah melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, takabbur, dan lupa kepada Allah

  • Tetap bersyukur sebab masih begitu banyak nikmat yang senantiasa Allah berikan serta tidak berputus asa dari rahmat Allah

“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"

(Yusuf: 87)

  • Mengangap ringan segala musibah sambil mengingat kematian, sebab jika mengingat kematian kala musibah akan melapangkan rizqi sedang jika dilupakan saat kita lapang akan tertimpa kesusahan

“…Jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian…"”  (Al maidah: 106)

  • Dalam tiap ujian dan musibah ada hikmahnya, nikmat dan pelajaran dari dari Allah-lah datangnya

            ~  Setelah kesulitan ada kemudahan

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
(Al insyirah: 5)

~   Sesungguhnya musibah yang menimpa seseorang bisa jadi lebih berat dari sebenarnya, sehingga hilangnya sebagian harta kita siapa tahu sebagai pengganti atas kehilangan semua harta, keserempet siapa tahu agar tidak meninggal karna terlambat naik bis yang tabrakan. Allah maha tahu sedang kita lemah

~   Sebagian musibah masih begitu ringan sebab masih ada yang lebih berat dan parah lagi

~   Maka mari berusaha selalu melihat kebawah dalam masalah dunia namun melihat keatas dalam urusan amal kebaikan, ilmu dan akhirat

~   Sesungguhnya musibah itu hanyalah masalah kehidupan dunia, sebab musibah sebenarnya adalah musibah agama sebab tidak ada penggantinnya dan akan rugi dalam segala-galannya

~   Allah telah memberi sifat sabar kepada setiap orang sebagai bekal menghadapi musibah karnannya mengeluh, amarah dan yang merusakkan selainnya adalah menjadi ujian sebenarnya yang terjadi setelahnya (bukan pada masalah sebenarnya).  Maka tekadkan cukuplah kita pernah menangis dalam hal dunia, kecuali untuk kebaikan dan yang Allah ridhai saja...

  • Musibah dan ujian hendaknya makin mengokohkan dan membuat kita senantiasa lebih kuat dan waspada dan jangan sampai pernah jatuh dalam lobang dua kali

“Tidak pernah satu musibahpun menimpa diriku kecuali Allah akan memberiku 3 nikmat; musibah itu tidak berkenaan dengan agama, tidak lebih besar dari yang sebenarnya dan Allah akan memberiku nikmat kesabaran
(Umar bin khattab)

Hikmah:

    ·“Mari rasakan bahwa setiap saat ini begitu penuh karunia, nikmat, perjuangan, dan kebahagiaan. Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang bersyukur
·“Mari menyadari, cobaan dan godaaan selalu mengikuti pada tiap level keberhasilan dan kemampuan kita karna itu bukti tingkat prestasi kita. Maka buat diri kita selalu siap dan pahami tiada kemapanan yang sebenarnya (tiada keberhasilan yang berakhir, berusaha senantiasa menjadi yang terbaik dalam kebaikan dan apa-apa yang ada disisi Allah)”
·“Syukuri segala karunia yang Allah berikan, kembangkan dan bagikan sebesar-besarnya untuk manfaat orang banyak
·“Ingat, kesuksesan hidup bukan diukur sekedar dari materi (dunia beserta isinnya) dan apa yang nampak serta dari derajad yang kosong bukan juga dari kenikmatan yang sesaat tapi lebih mulia dari pada segala kefanaan itu. Kemuliaan hanyalah apa-apa yang mulia dalam meniti jalan yang shahih dan Allah ridhai sesuai petunjuk rasul-Nya yang mulia nabi Muhammad"

Berhubung panjang, ana tulis juga disini :
http://arrohwany.multiply.com/journal/item/2919/Pentingnya_Ujian_dan_Kesusahan

lifevolution wrote on Jan 4
ada kalanya...menyurut diri juga merupakan bagian dari penyembuhan dari sedih...agar bisa berpikir lebih jernih...;)
andiknurcahyo wrote on Jan 4
idem sama komentarnya kakak (lifevolution)
Titik perenungan adalah pegas semangat yang luar biasa.
ayooo kamu bisa!!
annilasyiva wrote on Jan 5
hujan bukan sebuah halangan..........untuk melangkah menuju harapan............
iyah betul..
hujan di sini hanya sebagai pengandaian saja kok. Meski suasana hujan tetap semangat :)
annilasyiva wrote on Jan 5
  • Tidak mengadu, berkeluh-kesah kepada manusia cukup Allah tempat sebak-baik berkeluh-kesah sedang semua itu dari Allah jua datangnya

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (22) (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri(23)”

Maksud jangan terlalu gembira adalah gembira yang telah melampaui batas yang menyebabkan kesombongan, takabbur, dan lupa kepada Allah

  • Tetap bersyukur sebab masih begitu banyak nikmat yang senantiasa Allah berikan serta tidak berputus asa dari rahmat Allah

“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"

(Yusuf: 87)

  • Mengangap ringan segala musibah sambil mengingat kematian, sebab jika mengingat kematian kala musibah akan melapangkan rizqi sedang jika dilupakan saat kita lapang akan tertimpa kesusahan

“…Jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian…"”  (Al maidah: 106)

  • Dalam tiap ujian dan musibah ada hikmahnya, nikmat dan pelajaran dari dari Allah-lah datangnya

            ~  Setelah kesulitan ada kemudahan

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
(Al insyirah: 5)

~   Sesungguhnya musibah yang menimpa seseorang bisa jadi lebih berat dari sebenarnya, sehingga hilangnya sebagian harta kita siapa tahu sebagai pengganti atas kehilangan semua harta, keserempet siapa tahu agar tidak meninggal karna terlambat naik bis yang tabrakan. Allah maha tahu sedang kita lemah

~   Sebagian musibah masih begitu ringan sebab masih ada yang lebih berat dan parah lagi

~   Maka mari berusaha selalu melihat kebawah dalam masalah dunia namun melihat keatas dalam urusan amal kebaikan, ilmu dan akhirat

~   Sesungguhnya musibah itu hanyalah masalah kehidupan dunia, sebab musibah sebenarnya adalah musibah agama sebab tidak ada penggantinnya dan akan rugi dalam segala-galannya

~   Allah telah memberi sifat sabar kepada setiap orang sebagai bekal menghadapi musibah karnannya mengeluh, amarah dan yang merusakkan selainnya adalah menjadi ujian sebenarnya yang terjadi setelahnya (bukan pada masalah sebenarnya).  Maka tekadkan cukuplah kita pernah menangis dalam hal dunia, kecuali untuk kebaikan dan yang Allah ridhai saja...

  • Musibah dan ujian hendaknya makin mengokohkan dan membuat kita senantiasa lebih kuat dan waspada dan jangan sampai pernah jatuh dalam lobang dua kali

“Tidak pernah satu musibahpun menimpa diriku kecuali Allah akan memberiku 3 nikmat; musibah itu tidak berkenaan dengan agama, tidak lebih besar dari yang sebenarnya dan Allah akan memberiku nikmat kesabaran
(Umar bin khattab)

Hikmah:

    ·“Mari rasakan bahwa setiap saat ini begitu penuh karunia, nikmat, perjuangan, dan kebahagiaan. Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang bersyukur
·“Mari menyadari, cobaan dan godaaan selalu mengikuti pada tiap level keberhasilan dan kemampuan kita karna itu bukti tingkat prestasi kita. Maka buat diri kita selalu siap dan pahami tiada kemapanan yang sebenarnya (tiada keberhasilan yang berakhir, berusaha senantiasa menjadi yang terbaik dalam kebaikan dan apa-apa yang ada disisi Allah)”
·“Syukuri segala karunia yang Allah berikan, kembangkan dan bagikan sebesar-besarnya untuk manfaat orang banyak
·“Ingat, kesuksesan hidup bukan diukur sekedar dari materi (dunia beserta isinnya) dan apa yang nampak serta dari derajad yang kosong bukan juga dari kenikmatan yang sesaat tapi lebih mulia dari pada segala kefanaan itu. Kemuliaan hanyalah apa-apa yang mulia dalam meniti jalan yang shahih dan Allah ridhai sesuai petunjuk rasul-Nya yang mulia nabi Muhammad"

Berhubung panjang, ana tulis juga disini :
http://arrohwany.multiply.com/journal/item/2919/Pentingnya_Ujian_dan_Kesusahan

syukron Akhi
mendetail sekali,matur nuwun :)
annilasyiva wrote on Jan 5
ada kalanya...menyurut diri juga merupakan bagian dari penyembuhan dari sedih...agar bisa berpikir lebih jernih...;)
benar Mbak, perlu suasana baru ^^
annilasyiva wrote on Jan 5
Titik perenungan adalah pegas semangat yang luar biasa.
hebat....
thank`s Bro semangatnya kemarin
jadi taruhan ?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help