Untuk :
Neri Anggraeni Sa`adatul Jannah (Alm)Di alam penuh kedamaian
Assalamu`alaykum Warrohmatullah Wabarokatuh
Salam sejahtera untukmu Ner
Semoga kedamaian menemani tidur panjangmu untuk selama lamanya. Tak ada yang bisa kulakukan lagi untuk membuatmu bahagia, selain untaian doa dari bibir yang terkadang terbatuk ucap yang khilaf. Semoga kau tenang dialam sana, alam yang penuh penantian panjang menuju alam yang abadi dan hakiki. Namun aku percaya dan yakin Ner...kau pasti bahagia di alammu sekarang. Bagai pengantin menikmati malam pertamanya, kau damai dan bahagia bersama kebaikan yang pernah kau ciptakan di dunia....
Ner...entah kenapa terkadang hidup tak seperti yang aku mau. Aku ingat kata katamu, bahwa langit tak selamanya cerah, hidup tak selamanya mudah, dan orang disekililing kita tak selamanya ramah. Semua pasti berputar dan silir berganti. Dan memang inilah hidup yang telah kita pilih sebelum Tuhan lahirkan kita di dunia ini. Aku selalu mengingat kata katamu saudariku. Namun......aku belum bisa menerimanya...
Aku ingin setegar rerumputan dipadang ilalang Ner, yang tahan panas dinginnya cuaca. Tetap tegak dikegelapan malam, dan tertawa riang kala mentari menghujani jasadnya dengan sinar. Bahkan masih tersenyum kala buliran hujan memandikan tubuh mungilnya yang rapuh. Dan dia masih bertahan..bahkan tetap berbunga dengan keserhanaan.....
Dan sekali lagi aku takkan pernah bisa menjadi rerumputan sekalipun hanya dalam ilusi. Sekalipun dalam mimpi kala aku terlelap dalam jasad di peraduan ku yang sunyi. Sekalipun ku berlari keujung dunia seraya menanggalkan keegoisan dan kemunafikan, aku akan tetap menjadi aku yang penuh ragu.
Ya seorang aku Ner....
Ner....terkadang aku berharap, andai kau boleh hidup sekali lagi. Andai kau masih bisa berada disini, tempat dimana langit memayungi kesendirian yang memabukkan ini. Aku berharap kau berkenan menuntun langkahku yang hilang arah. Langkah kecil yang sering terantuk kebencian. Hingga terkadang terhenti dan tersakiti oleh harapanku sendiri.
Terkadang tak kutemukan lagi keindahan, karena mataku terlanjur terselimuti awan mendung keirian. apakah hatiku sakit Ner ?
Maafkan aku Ner, yang tak bisa menjadi rumput sekalipun dipadang ilalang. Andaikan aku sebatang rumput, maka aku adalh rumput kering tanpa akar. yang tak pernah subur meski langit bermurah hati mencurahkan hujan berhari hari, meski bumi berusaha memeluk tubuh kerontangku dengan tanahnya yang penuh kehidupan, dan meski mentari...menyuguhkan senyum terhangatnya untuk kunikmati......aku terlalu rapuh,meski pengibaratanku tak semuluk bunga mawar biru, seperti dirimu..
Namun Ner....satu hal yang tak ingin kuhilangkan dalam pencarianku. Aku akan tetap berusaha meski aku takkan pernah menjadi apa apa. Tetap kulangkahkan kaki, walau masa lalu selalu saja membelenggu kemanapun aku pergi. Dan tetap kuingin tersenyum, meski mentari pagi selalu menyambutku dengan awan mendung....
Maaf Ner...jika aku adalah kecewa dihatimu. Jika aku bukan yang amanah untukmu, Jika aku hanya sebatang rumput kering tanpa akar yang terkapar diantara kumpulan bunga dipadang ilalang, yang tengah asyik bercumbu dengan kawanan kumbang menawan.
Dan maafkan aku jika aku memilih mengatakan kejujuran ini, sebelum kekecewaan semakin membukit di hatimu....
Aku hanya tak ingin membuat kesedihan menggumpal di hatimu, melihat awan mendung di kedua matamu, dan menghentikan senandung riang dari balik bibirmu. Namun..jika ternyata aku salah....hanya kata maaf dari dalam hati ku memohon padamu...
Maafkan aku....
Wassalamu`alaykum Warrohmatullah Wabarokatuh
`...Andai pilihan hidup ada satu dan dua, yang satu aku ingin belajar menemukan cinta, dan yang dua aku ingin kembali menyusuri lorong waktu mengembalikan apaa pa yang gagal kulakukan...`
sumber dari
sini