Blog EntryPSIKOLOGI DAN FILOSOFI HIDUPMay 15, '08 2:02 AM
for everyone


Filosofi
hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup, prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.

Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa seseorang dalam menjalani hidupnya.

Prinsip hidup masih jauh kaitannya dengan psikologi, namun psikologi mau tau mau berhubungan langsung dengan prinsip hidup. Karena, dengan menijau prinsip hidup seseorang dapat diketahui kondisi jiwa seseorang. Prinsip hidup dan filosofi hidup sangat luas cakupannya, tidak hanya ditinjau dari segi psikologi, tapi seluruh cabang ilmu pengetahuan yang ada. Prinsip hidup seseorang dapat diambil dari perspektif psikologi, agama, seni, literatural, metafisika, filsafat dsb.

Bagi sebagian orang, filosofi hidup dapat dijadikan sebagai panutan hidup, agar seseorang dapat hidup dengan baik dan benar. Adapula sebagaian orang yang tidak menghiraukan apa itu tujuan hidup dan filosofi hidup, ia hanya hidup mengikuti arus yang mengalir dan sebagian orang lagi, terlalu kuat memegang tujuan hidup dan filosofi hidupnya sehingga membuat ia menjadi keras dan keras, Jadi, kesimpulannya ada 3 sifat manusia yang bisa ditinjau dari filosofi hidupnya, yaitu orang yang lemah, orang yang netral dan orang yang  keras.

Orang yang lemah adalah orang yang tidak mempunyai tujuan hidup atau prinsip hidup. Ia tidak tahu untuk apa ia hidup, ia tidak berusaha mengetahui kebenaran di balik fenomena alam ini, sehingga terkadang baik dan buruk dapat dijalaninya. Orang yang netral adalah orang yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan tidak melampaui, ia berada di tengah-tengah. Orang yang kuat adalah orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang. Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah, jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari itulah yang penting.

Pada dasarnya, tujuan dan prinsip hidup seseorang itu baik dan bersih. Pada saat seseorang dalam keadaan tenang, ia membuat berbagai tujuan dan prinsip dalam hidupnya, namun ketika diterapkan timbul beberapa hambatan dari luar dirinya atau adanya pengaruh dari lingkungan eksternalnya. Salah satu pengaruh terbesar dari luar dirinya adalah panca indera. Panca indera yang tidak terjaga dengan baik akan membuat seseorang terpeleset dari tujuan dan prinsip hidupnya. Telinga bisa mendengar, mata bisa melihat, mulut bisa berbicara. Semua itu harus dikendalikan dengan baik. Sebagai contoh konkret, saya mempunyai tujuan hidup menjadi seseorang yang berguna untuk menolong semua mahluk hidup sampai ajal menemui dan filosofi hidupnya adalah bila ada orang baik kepada saya, maka saya akan baik kepadanya, dan bila ada orang jahat kepada saya, maka saya akan baik juga kepadanya. Dari filosofi hidup ini, jika dilihat dari sisi psikologinya, orang tersebut mempunyai jiwa yang sehat, tidak mendendam dan bahagia menerima hidup. Namun, itu hanyalah sebuah filosofi hidup, yang terpenting adalah bagaimana ia menerapkan dalam perilakunya, apakah bisa sesempurna dengan filosofi hidupnya atau hanya sekedar membuat filosofi hidup tetapi tidak
dijalankannya ataupun ia membuat suatu filosofi hidup, namun ia susah menjalannya karena tidak bisa menahan godaan atau hambatan dari luar dirinya.

Sebuah filosofi hidup bisa didapatkan dari seorang pemikir-pemikir jenius yang bijaksana, bebas dan terpelajar. Biasanya orang tersebut dianggap sebagai seorang filsuf, pelopor kebijakan. Masing-masing negara memiliki tokoh filosofinya. Orang pertama yang memperkenalkan filsafat hidup ke dalam ilmu pengetahuan adalah orang Yunani yang kebetulan pada saat itu negaranya merupakan negara yang bebas dalam berkarya. Terbukti begitu banyak para filsuf terkenal kebanyakan dari bangsa Yunani, seperti Aristoteles, Plato dan Socrates.

Socrateslah yang paling banyak memberi pengaruh kepada dunia ilmu pengetahuan, maka dia disebut Bapak Filsafat. Sedangkan, dari ilmu psikologi, Bapak Sigmud Frued disebut-sebut sebagai Bapak Psikologi yang paling banyak memberikan sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan. Kedua tokoh dunia ini sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa untuk menciptakan pengetahuan-pengetahuan mengenai asal usul dari segala sesuatu, meskipun cakupannya berbeda, namun, psikologi dan filsafat tidak bisa dipisahkan dan sebaliknya. Banyak tokoh psikologi yang semula mempelajari filsafat kemudian melanjutkan pengetahuannya ke bidang psikologi. Beberapa kata kutipan yang diambil da ri kedua tokoh ini, yakni :

" Makanan enak, baju indah, dan segala kemewahan, itulah yang kau
sebut kebahagiaan, namun aku percaya bahwa suatu keadaan di mana
orang tidak mengharapkan apa pun adalah kebahagiaan yang tertinggi
(Socrates)".

Dan,

" Mereka yang percaya, tidak berpikir. Mereka yang berfikir, tidak
percaya
(Sigmud Frued)".

Disini dapat dilihat, bahwa terjadi suatu studi banding antara kedua ilmu tersebut, Masing-masing membicarakan asal asul segala sesuatu menurut perspektif ilmunya. Namun, dari kedua ilmu tersebut mempunyai suatu kesamaan, bahkan banyak kesamaan yang membahas mengenai asal mulanya sesuatu yang pasti ada hubungannya dengan manusia dan alam sekitarnya.

Seorang Socrates membicarakan kebahagiaan dan seorang Sigmund Frued membicarakan pikiran, tentunya kedua hal ini mempunyai kaitan yang cukup besar. Filosofi hidup yang diberikan oleh Socrates mengenai kebahagiaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ilmu psikologi yang diberikan oleh Sigmund Frued mengenai pikiran (alam sadar atau alam bawah sadar) dapat dijadikan landasan seseorang untuk mencapai kebahagiaan.

Oleh sebab itu, seseorang yang mempelajari psikologi maupun tidak, harus memiliki satu tujuan hidup atau filosofi hidup agar bisa berkembang, dan seseorang yang mempelajari filsafat maupun tidak, harus memperhatikan apakah dan bagaimanakah agar filosofinya dapat diterapkan dengan baik dan benar sehingga mempunyai psikologis/jiwa yang sehat untuk maju dan berhasil.

"Jika seseorang tahu kebenaran yang mendasar tentang segala sesuatu,
maka itulah inti pengetahuan'.




sumber

22 CommentsChronological   Reverse   Threaded
agripzzz wrote on May 15
Ooooh gitu ya... WOKAY!!!!
annilasyiva wrote on May 15
Udah gitu gak dong lagi :P
sugadiawara wrote on May 15
Zup,
psychoanaliZ model Zigmund Freud memang mampu menjelaskan 'sebab' perilaku manusia di dalam dirinya (kondisi bawah sadar) tetapi ia masih belum bisa menjawab makna dalam eksistensi manusia, terutama perilaku Zpiritual.
karena itulah diperlukan ilmu filZafat dan taZaWuf
annilasyiva wrote on May 15
haduh...
kalo dah sampe sini angkat tangan Mas
apalagi ada banyak pertentangan mengenai kedua ilmu yang masnya sebutkan tadi :D
sugadiawara wrote on May 15
yup, mending cuci tangan
dan silakan angkat jemuran,
hari mau hujan... hehe
annilasyiva wrote on May 15
yee..
di jogja panas kok
maentari bersinar dengan garang :)
3legiowner wrote on May 15
Orang yang netral adalah orang yang mempunyai tujuan dan prinsip hidup, tetapi tidak mengukuhinya dengan terlalu kuat. Ia berusaha mencari kebenaran hidup dan hidup dalam kebijakan dan kebenaran, ia bebas dan netral, tidak kurang dan tidak melampaui, ia berada di tengah-tengah. Orang yang kuat adalah orang yang memegang kuat tujuan dan prinsip hidupnya. Sehingga ia mampu melakukan apa saja demi tercapai tujuannya. Ia terikat oleh filosofinya, ia kuat dan kaku berada di atas pandangannya, ia merasa lebih unggul dari orang lain dan melebihi semua orang. Jika ditinjau dari sisi psikologi. Orang-orang yang di atas juga dapat dikategorikan, seperti orang yang mempunyai jiwa yang lemah, jiwa yang sedang dan jiwa yang kuat. Namun, untuk yang berjiwa sehat, seseorang tidak hanya dilihat dari jiwa lemah, sedang ataupun kuatnya. Penerapan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari itulah yang penting
***lg srius baca ...***
ane coba menggali inti dr tulisan ini ...
baimnastyion wrote on May 15
assalamualaikum
ar1g4ta yah ats ucapan n doanya,,,,
moga u jg sukses slalu...
(sory klo balas y nyasar kesini..buku tamu y ngumpet cihh..)
heeheee..
arrohwany wrote on May 15, edited on May 15
Coba saudariku Annilasyiva dan kita semua renungkan kembali....
(Ana coba merenung dengan memakai pendekatan yang mungkin lebih bisa saudariku terima - akal kita sendiri)

"Sebagai seorang hamba yang beriman
Iman kita tempatkan dimana....
Bukankah iman adalah wujud keyakinan, niat, ucapan , perbuatan dan pengharapan kita...
Dalam seluruh sisi kehidupan kita....

KIta beriman dengan berpegang dengan alquran dan contohnya dari rasulullah disetiap saatnya
Akankah kita kotak-kotakkan dengan filsafat (struktur penalaran abstrak)
Sedang tuntunan kita;
Pola pikir, struktur hidup bahkan struktur tulisan seorang muslim sudah jelas berpegang pada alquran
Yang akan meninggikan derajad manusia dari keterbatasanya

Mari kita bersama-sama merenung kembali....
Disisi sebelah mana contoh rasulullah kita ikuti dan amalkan...

Segala bentuk informasi dari luar islam mari kita berusaha kritis
(menelaah kebenaran serta fitnah-mudharatnya bagi diri kita dan ummat)




Diri kita seorang muslim yang Allah muliakan...
Dan terpilih sebagai contoh orang sekitar kita (termasuk tulisan kita di blog)...
Mari kita bersama-sama menjadi seorang yang bertanggung-jawab dan berhati-hati Berusaha memeperbaiki iman dan meniti lurusnya aqidah...
Bersama-sama meniti pergaulan yang islami (pergaulan nasehat)



"Afwan sekali lagi jika terasa kurang nyaman dihati saudariku Annilasyiva dan saudaraku sekalian"
Semoga termaafkan...
('afwan ana mencoba tegas dalam hal ini, sebab hal ini urusan yang sangat penting sebagai sesama saudara karena Allah)
Semoga menjadi nasehat kita bersama (terutama teruntuk diri ana sendiri yang begitu banyak salah dan kekurangan)...
Mari kita bersama-sama memahami, filsafat itu begitu lemah...
Dan awal yang menghancurkan agama ini...
























sugadiawara wrote on May 15
Mari kita bersama-sama memahami, filsafat itu begitu lemah...
aku berpikir karena itu aku ada,
aku berdzikir karena itu ada Dia
annilasyiva wrote on May 15
***lg srius baca ...***ane coba menggali inti dr tulisan ini ...
udah sedalam mana menggalinya :D
annilasyiva wrote on May 15
assalamualaikum
ar1g4ta yah ats ucapan n doanya,,,,
moga u jg sukses slalu...
(sory klo balas y nyasar kesini..buku tamu y ngumpet cihh..)
heeheee..
Wa`alaikumussalam Warrohmatullah Wabarokatuh..
kembalikasih
Semoga Allah SWT mengabulkan doaku dan doamu serta doa kita semua :)
Amin....
annilasyiva wrote on May 15
Coba saudariku Annilasyiva dan kita semua renungkan kembali....
(Ana coba merenung dengan memakai pendekatan yang mungkin lebih bisa saudariku terima - akal kita sendiri)

"Sebagai seorang hamba yang beriman
Iman kita tempatkan dimana....
Bukankah iman adalah wujud keyakinan, niat, ucapan , perbuatan dan pengharapan kita...
Dalam seluruh sisi kehidupan kita....

KIta beriman dengan berpegang dengan alquran dan contohnya dari rasulullah disetiap saatnya
Akankah kita kotak-kotakkan dengan filsafat (struktur penalaran abstrak)
Sedang tuntunan kita;
Pola pikir, struktur hidup bahkan struktur tulisan seorang muslim sudah jelas berpegang pada alquran
Yang akan meninggikan derajad manusia dari keterbatasanya

Mari kita bersama-sama merenung kembali....
Disisi sebelah mana contoh rasulullah kita ikuti dan amalkan...

Segala bentuk informasi dari luar islam mari kita berusaha kritis
(menelaah kebenaran serta fitnah-mudharatnya bagi diri kita dan ummat)




Diri kita seorang muslim yang Allah muliakan...
Dan terpilih sebagai contoh orang sekitar kita (termasuk tulisan kita di blog)...
Mari kita bersama-sama menjadi seorang yang bertanggung-jawab dan berhati-hati Berusaha memeperbaiki iman dan meniti lurusnya aqidah...
Bersama-sama meniti pergaulan yang islami (pergaulan nasehat)



"Afwan sekali lagi jika terasa kurang nyaman dihati saudariku Annilasyiva dan saudaraku sekalian"
Semoga termaafkan...
('afwan ana mencoba tegas dalam hal ini, sebab hal ini urusan yang sangat penting sebagai sesama saudara karena Allah)
Semoga menjadi nasehat kita bersama (terutama teruntuk diri ana sendiri yang begitu banyak salah dan kekurangan)...
Mari kita bersama-sama memahami, filsafat itu begitu lemah...
Dan awal yang menghancurkan agama ini...
























terima kasih :)
annilasyiva wrote on May 15
aku berpikir karena itu aku ada,aku berdzikir karena itu ada Dia
Karena DIA aku berdzikir kali ya :)
3legiowner wrote on May 16
udah sedalam mana menggalinya :D
dalem bgt dagh ...
mo naek lg ja ampe minjem tangga ...
annilasyiva wrote on May 16
hak..hak..hak...
nyusahin aja nih orang
oier wrote on May 18
Mmm... hidup itu jawaban.
annilasyiva wrote on May 18
iya :)
andimtx wrote on May 18
nanya ya, Aku punya teman,orangnya sensitif luar biasa, gak pernah positif dalam memandang sesuatu, dibentak dikit aja udah sakit hati yg luar biasa, belum melangkah udah ketakutan duluan...aku bingung harus gimana supaya dia berubah...aku yakin bila dia trus seperti ini dia tidak akan bisa melakukan apa2...sapa tau bisa kasih saran ke aku, trims
annilasyiva wrote on May 18
ehmm....
susah menghadapi orang yang seperti ini. Perlu pendekatan yang lebihintensif dan sabar
Kita cenderung dituntut untuk lebih mengalah dan mengerti keinginannya.
Kebetulan saya juga memiliki rekan yang demikian. Dia selalu memandang sesuatu dari sisi negatif. Saya sudah mencoba menjelaskan dan meyakinkan, namun masih belum berhasil juga.

Saran sayaa berikan pengertian lebih dan dengan bahasa halus. Karena jika sekali kita membuat dia luka,maka dia tak akan mau mendengar perkataan kita lagi.
Terkadang biarkan dia melakukan sesuatu seperti apa yang dia pikirkan. Jika terjadi sesuatu dia pasti akan mendatangi anda dan minta pendapat.
Nah saat itu anda bisa sedikit memberikan penjelasan lagi padanya.
Sebab biasanya dia akan membuka diri menerima nasehat orang lain setelah mengalami suatu kejadian :D

Kira-kira begitu, saya sendiri bukan ahli psikologi
Tapi setidaknya itu yang saya lakukan untuk menghadapi orang seperti rekan anda :)
andimtx wrote on May 18
Trims banget atas sarannya...Semoga Allah SWT membalas kebaikan anda...akan saya coba lakukan saran anda
annilasyiva wrote on May 18
Amin :)
semoga bermanfaat ya ^^
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help