Ini Untukmu....; Untuk menggantikan puisi-puisi yang hilang di senja itu Saat tersudut perasaan di temaram ungu rasaku Akan sekejab tak terlupakan merahnya sore kelabu Hingga bayangmu mengabur, bersamaan mentari yang berlalu Bersembunyi dalam selimut malam yang membeku Dan tinggal nyanyian sunyi yang melagu Melewati batas ku menunggu hingga mataku terayu Oleh lelah yang lembut mendayu Menuntun hingga ke alam mimpi yang semu Dan aku tertidur, disisi gelap seraya memeluk harap Kau gantikan puisiku dengan retak senyum hangat Walau cuma satu, dan sekali untuk terakhir kali
dengan senyuman lampu, mataku masih menunggu.. rekah senyum dari bali bukit bibirmu Aku sungguh terayu, oleh nyayian sendu gelisahku Saat kau tak tampak..jiwaku serasa koyak....... Dan masih menunggu... Dengan puisi kesendirian di genggaman tanganku